Sikap Dan Karakteristik Seorang Guru

 Nama : Putri Pramudita

Npm : 2101031027

Mata Kuliah : Psikologi Pendidikan

Sifat dan Karakteristik Guru Profesional

A. Karakteristik guru adalah segala tindakan atau sikap dan perbuatan guru baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.contohnya, bagaimana sikap seorang guru harus bisa meningkatkan pelayanan, meningkatkan pengetahuan, memberi arahan, bimbingan dan motivasi kepada peserta didiknya, bagaimana cara guru berpakaian dan berbicara serta cara bergaul baik dengan peserta didik, teman sejawat, serta anggota masyarakat lainya.

Profesi sebagai seorang guru merupakan sebuah profesi yang sangat amat mulia, sebab sosok seorang guru memiliki peran dan tanggung jawab besar dalam membentuk generasi penerus bangsa yang unggul, cerdas dan memiliki akhlak mulia serta bertanggung jawab dan mampu menghadapi masalah yang ada.

Oleh karena itu, peran guru merupakan peran yang sangat vital dalam suatu bangsa. Namun, sangat disayangkan ada sebagian orang yang menyandang profesi sebagai seorang guru malah minder dan tidak bangga memiliki profesi tersebut.

Hal ini mungkin terjadi, karena profesi sebagai seorang guru adalah profesi yang memiliki penghasilan atau gaji kecil. Selain itu juga, hal yang melekat pada profesi guru adalah sebagai sosok seorang pahlawan yang tanpa tanda jasa.

Menjadi seorang guru adalah merupakan pilihan hidup yang mulia, maka berbanggalah seseorang yang menyandang profesi sebagai seorang guru. Sebab peran seorang guru memiliki kontribusi besar dalam kemajuan suatu bangsa dan sekaligus memiliki pengaruh yang besar dalam menanamkan sebuah karakter pada masyarakat suatu bangsa.

Karena itu, seorang guru harus bersifat profesioanl dalam menjalankan peran dan tugasnya sebagai seorang pendidik. Seorang guru yang profesional merupakan sosok seorang guru yang memiliki komponen tertentu sesuai dengan persyaratan yang dituntut oleh profesi keguruan.

Sikap profesionalisme seorang guru dalam melaksanakan tugasnya sangat diharapkan oleh semua pihak, sebab dengan adanya sifat profesionalisme pada pribadi seorang guru maka diharapkan kualitas pendidikan akan mengalami peningkatan.

B. Kompetensi Guru

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 pasal 8, kompetensi guru meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang akan didapatkan jika mengikuti pendidikan profesi.

1. Kompetensi pedagogik ialah kemampuan seorang guru dalam mendidik,memahami karakter siswa, rancangan dan pelaksanaan pembelajaran dikelas serta pengembangan peserta didik menjadi lebih baik dan mengevaluasi dalam pembelajaran.

2. Kompetensi kepribadian ialah kompetensi yang berisi bagaimana sikap seorang guru dalam mengajar yaitu harus jujur,disiplin, berwibawa,tegas, bertanggungjawab,cekatan, kreatif dan sabar.

3. Kompetensi Sosial ialah kompetensi yang berisi bahwa seorang guru tidak hanya harus mampu menguasai dalam kelas namun seorang guru harus mampu berkomunikasi dengan dunia luar, bersosialisasi dengan tetangga atau bergaul dengan teman-teman perguruan nya.

4. Kompetensi Profesional ialah kompetensi yang mengajarkan seorang guru harus memiliki wawasan luas serta memahami betul pengajaran yang diberikan seorang guru.


C. Guru Profesional ialah  guru yang mampu menerapkan hubungan yang berbentuk multidimensional. Guru yang demikian adalah guru yang secara internal memenuhi kriteria admistratif, akademis, dan kepribadian.Guru profesional  sangat di butuhkan disemua tempat karena dapat meningkatkan mutu dalam hal pendidikan. Peserta didik juga sebaiknya di didik oleh guru profesional agar mendapatkan kualitas atau mutu yang baik juga.


D. Macam-macam karakteristik Guru Profesional

1. Taat pada peraturan perundang-undangan.

2. Memelihara dan meningkatkan organisasi profesi guru.

3. Memelihara hubungan dengan teman sejawat.

4. Membimbing peserta didik.

5. Menciptakan suasana bekerja dengan baik dan tentram

6. Mampu memahami dan mengatasi permasalahan yang terjadi di dalam kelas.

7. Mengajarkan pembelajaran dengan kreatif dan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa


E. Ciri-ciri Guru Profesional

1. Tidak mementingkan kepentingan pribadi.

2. Cinta terhadap pekerjaan seorang guru.

3. Kreatif dalam mengajar.

4. Banyak mengikuti seminar dan acara-acara pendidikan

5. Memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik.

6. Memiliki hubungan yang baik kepada orang tua siswa untuk mengatasi permasalahan sikap siswa yang kurang baik.

7. Mengetahui dan mampu menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami mengenai kurikulum dan pembelajaran secara detail.


F. Sifat dan Sikap seorang guru

1. Fleksibel. Seorang guru harus mempunyai pegangan hidup, prinsip, pendirian dan keyakinan sendiri, baik di dalam nilai-nilai maupun ilmu pengetahuan. Dalam menyatakan dan menyampaikan prinsip dan pendiriannya ia harus fleksibel, tidak kaku, disesuaikan dengan situasi terhadap perkembangan, kemampuan, sifat-sifat serta latar belakang siswa. 

2. Bersikap terbuka. Seorang guru hendaknya memiliki sifat terbuka, baik untuk menerima kedatangan siswa, untuk ditanya oleh siswa, untuk diminta bantuan, juga untuk mengoreksi diri, kelemahan atau kesulitan yang dihadapi oleh para siswa adakalanya disebabkan karena kelemahan atau kesalahan guru sendiri. 

3. Berdiri sendiri. Seorang guru adalah orang yang telah dewasa, ia telah sanggup berdiri sendiri, baik secara intelektual, sosial maupun emosional. Berdiri sendiri secara intelektual, berarti ia telah mempunyai pengalaman yang cukup untuk mengajar, juga telah mampu memberikan pertimbangan pertimbangan rasional dalam mengambil suatu keputusan atau pemecahan masalah. Berdiri sendiri secara sosial berarti ia telah dapat menjalin hubungan sosial yang wajar, baik dengan siswa, sesama guru, orang tua serta petugas petugas lain yang terlibat dalam kegiatan di sekolah. 

4. Peka. Seorang guru harus peka atau sensitif terhadap penampilan siswanya. Peka atau sensitif berbeda dengan mudah tersinggung. Peka atau sensitif berarti cepat mengerti, memahami atau melihat dengan perasaan apa yang diperlihatkan oleh siswa. Dari ekspresi muka, nada suara, gerak-gerik, jalan nafasnya, dan sebagainya. Guru hendaknya dapat memahami apa yang dialami oleh seorang siswa. Meskipun seorang siswa melakukan kesalahan, hendaknya jangan dulu diberi suatu tindakan atas kesalahannya, apabila ia masih memperlihatkan tanda tanda kelelahan, ketakutan, kesedihan, kemarahan, dan lain-lain.

5. Tekun. Pekerjaan seorang guru membutuhkan ketekunan, baik dalam mempersiapkan, melaksanakan, menilai maupun menyempurnakan pengajarannya. Di sekolah, guru tidak hanya berhadapan dengan anak anak yang pandai tetapi juga anak yang kurang pandai. Mereka membutuhkan bantuan yang tekun, sedikit demi sedikit dan penuh kesabaran. Tugas guru bukan hanya dalam bentuk interaksi dengan siswa di kelas tetapi menyiapkan bahan pelajaran serta member penilaian atas semua pekerjaan siswa. Semua tugas tugas tersebut menuntut ketekunan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelebihan dan Kekurangan Vaseline