Model,Metode dan Strategi Pembelajaran

Nama :Putri Pramudita

Npm : 2101031027

Mata Kuliah : Psikologi Pendidikan

Model,Metode dan Strategi dalam Pembelajaran

A. Pendekatan pembelajaran

Ialah salah satu cara tenaga pendidik yang akan digunakan untuk membuat siswa belajar sesuai dengan tujuan akademis dan mencapai kesuksesan dalam belajar.

B. Strategi Pembelajaran

Suatu proses kegiatan pembelajaran oleh tenaga pendidik untuk siswanya agar mencapai hasil belajar yang memuaskan dan efisien serta dipahami betul materi yang disampaikan oleh guru.

Strategi pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: 

1. Strategi Pembelajaran Induktif 

Strategi pembelajaran induktif merupakan strategi pembelajaran yang dimulai dari sesuatu yang khusus menuju yang umum atau mulai dari contoh ke kesimpulan. Ciri utama pendekatan induktif dalam pengolahan informasi adalah menggunakan data untuk membangun konsep atau untuk memperoleh pengertian. Data yang digunakan adalah data primer atau dapat pula berupa kasus-kasus nyata yang terjadi dilingkungan agar mudah dipahami oleh siswa. Pembelajaran di awali dengan memberikan contoh-contoh atau kasus yang biasa terjadi di lingkungan menuju konsep Perencanaan Pembelajaran dalam Pendidikan Khusus atau generalisasi. Siswa melakukan sejumlah pengamatan yang kemudian membangun dalam suatu konsep atau generalisasi. 

2. Strategi Pembelajaran Deduktif 

Strategi deduktif dimulai dari yang umum ke yang khusus atau dari kesimpulan ke contoh-contohnya. Selain itu, strategi ini ditandai dengan pemaparan konsep, definisi dan istilah-istilah pada bagian awal pembelajaran. strategi deduktif dilandasi oleh suatu pemikiran bahwa proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik bila siswa telah mengetahui wilayah persoalannya dan konsep dasarnya. 


C. Metode Pembelajaran

Ialah proses pembelajaran yang digunakan Guru untuk mengimplementasikan rencana pembelajaran yang telah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran akademis.

1. Metode Studi kasus

Metode ini memanfaatkan situasi atau kasus tertentu yang dapat memberikan siswa pembelajaran bermakna dan bermanfaat. Guru dapat memberikan sebuah cerita tentang tema atau konsep yang akan akan dipelajari. Setelah itu, siswa dapat berdiskusi untuk melakukan analisa, sintesisa, dan evaluasi berdasarkan kasus atau masalah yang sedang dipelajari.

2. Metode Demonstrasi

Dalam metode demonstrasi  juga sangat dianjurkan, bahwa siswa diberikan kesempatakan untuk bersentuhan langsung dengan materi yang dipelajari kemudian mereka memeperagakannya di depan kelas. Metode pembelajaran ini dapat menunjukkan bagaimana siswa melakukan sesuatu yang kemudian diamati dan dibahas di depan kelas.

3. Metode Discovery

Metode discovery mendorong siswa untuk menemukan sendiri pengetahuan atau konsep baru. Guru harus memotivasi bagaimana siswa menyimpulkan sendiri konsep atau formula yang sedang dipelajari. Misalnya, Guru  meminta siswa mengamati berbagai bentuk pertulangan daun pada tumbuhan yang ada di sekitar rumah. Kemudian mereka dapat menyimpulkan ada berbagai jenis pertulangan daun pada tumbuhan.

4. Metode Jigsaw

Metode jigsaw ini menghendaki siswa untuk belajar dengan berkelompok. Guru dapat mendorong siswa untuk kerjasama dalam kelompok. Setiap anggota kelompok mendapat tugas untuk memahami dan mendalami bagian tertentu dari tema yang dipelajari. Kemudian setiap anggota kelompok menggabungkannya hasil belajarnya sehingga terbentuk satu pemahaman yang utuh. Jenis metode pembelajaran ini membuat siswa belajar mendengar dan belajar satu sama lain.

5. Metode bermain peran

Metode ini adalah salah satu macam metode pembelajaran yang dirancang untuk memecahkan masalah dengan meminta siswa melakukan peran tertentu. Guru  dapat memberikan topik atau kasus pada siswa.

6. Metode Diskusi kelompok

Metode diskusi kelompok merupakan metode yang memungkinkan terjadi interaksi dan saling tukar pendapat, pengalaman, dan informasi. Metode pembelajaran ini menarik karena dapat mendorong siswa untuk berinteraksi dan saling membantu memahami pendapat berbeda yang mungkin muncul selama kegiatan berlangsung. 


D. Teknik Pembelajaran

Ialah sebuah cara yang dilakukan seorang guru dalam mengimplementasikan metode pembelajaran secara spesifik. contohnya, penggunaan metode ceramah di sebuah kelas dengan jumlah siswa yang terbatas tentunya secara teknis harus berbeda dengan penggunaan metode ceramah di kelas dengan jumlah siswa yang banyak. Teknik Pembelajaran merupakan cara-cara konkrit yang dipakai saat proses pembelajaran berlangsung. Seorang guru dapat berganti-ganti teknik pembelajaran meskipun dalam koridor metode yang sama. Satu metode dapat diaplikasikan melalui berbagai teknik pembelajaran.


E. Memilih Pendekatan, Strategi, Metode, dan Teknik Pembelajaran 

Berikut ini adalah prinsip-prinsip pemilihan strategi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus: 

1. Jenis hambatan dan tingkat keparahan Semakin parah hambatan yang dimiliki anak,  pasti si anak akan dididik dengan setting pendidikan khusus. Prinsip yang berlaku dalam pemilihan strategi pembelajaran, misalnya untuk hambatan pendengaran, maka harus memerhatikan keterarahan wajah, suara, dan peragaan sehingga guru hendaknya memberikan penjelasan pada anak (face to face). 

2. Tingkatan Usia Anak Tidak hanya strategi saja yang harus disesuaikan, materi atau bahan serta tujuan juga harus disesuaikan dengan tingkatan usia perkembangan anak. 

Selain prinsip tersebut, terdapat pula faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan metode dan teknik pembelajaran, yaitu: 

1. Kemampuan guru dalam menggunakan metode dan teknik pembelajaran 

2. Tujuan pembelajaran yang akan dicapai 

3. Bahan pengajaran yang akan dipelajari 

4. Perbedaan dalam memanfaatkan gaya belajar siswa

5. Sarana dan prasarana sekolah 

6. Alokasi waktu

7. Perencanaan Pembelajaran dalam Pendidikan Khusus

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelebihan dan Kekurangan Vaseline