Kejenuhan belajar

 Nama : Putri Pramudita

Npm : 2101031027

Kelas : C PGMI

 Motivasi

Motivasi adalah suatu dorongan yang ada pada diri seorang individu yang menyebabkan individu tersebut melakukan aktivitas atau kegiatan dalam rangka mencapai tujuan tertentu untuk mencapai kesuksesan. 

Motivasi dilakukan dengan percakapan yang berisi kata kata dorongan atau semangat kepada seseorang untuk bisa menjalankan tujuan yang ingin dicapai.

 

Jenis-jenis motivasi

Motivasi berdasarkan arah datangnya :

1. Motivasi internal

Motivasi internal ialah motivasi yang timbul atau berasal dari diri sendiri seseorang tanpa adanya motivasi atau percakapan dengan orang lain. Motivasi ini berasal dari pengalaman,prestasi yang diraih dan pendidikan.


2. Motivasi Eksternal

Motivasi Eksternal berasal dari orang lain.motivasi ini berdasarkan keinginan seseorang untuk melakukan tindakan melalui respon atau saran orang lain.


Motivasi berdasarkan pengaruh cara seseorang bertingkah laku :

1. Motivasi berprestasi, yaitu dorongan untuk mengatasi tantangan, untuk maju dan berkembang.

2. Motivasi berafiliasi, yaitu dorongan untuk berhubungan dengan orang lain secara efektif.

3. Motivasi berkompetisi, yaitu dorongan untuk mencapai hasil kerja dengan kualitas tinggi.

4. Motivasi berkuasa, yaitu dorongan untuk memengaruhi orang lain dan situasi.


Berdasarkan sumber dan proses pekembangannya

            Untuk keperluan studi psikologis telah diadakan penertiban dengan diadakan penggolongannya, antara lain:

1. Motivasi primer, adalah motivasi dasar yang bersifat alamiah dan tidak dipelajari atau berasal dari sendiri dan sudah ada sejak lahir . Motivasi ini dibedakan menjadi dua, yakni:

     A. Dorongan fisiologis yang bersumber pada kebutuhan organis seperti lapar, haus, pernafasan, seks, dan lain sebagainya.

    B. Dorongan umum atau motif darurat termasuk di dalamnya rasa takut, rasa kasih sayang, rasa ingin tahu dan lain-lain.


2. Motivasi sekunder, adalah motivasi yang menunjuk pada motif yang berkembang dalam diri individu, karena pengalaman, dan dipelajari misalnya: takut terhadap apa yang dipelajari, motif sosial, motif objektif dan lain-lain.


Teori-teori motivasi

1. Teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow

            Menurut Maslow bahwa pada saat seseorang telah mencapai dan memenuhi kebutuhan tertentu, maka mereka ingin bergeser atau maju  ke tingkat yang lebih tinggi. Atau ingin mencapai kesuksesan yang lebih baik lagi. Dia mengemukakan lima tigkat kebutuhan seperti berikut ini :

1. Kebutuhan Fisologis

Kebutuhan yang harus dipuaskan untuk dapat tetap hidup, misalnya sandang, pangan, dan papan.

2. Kebutuhan akan Rasa Aman

Ketika seseorang telah tercapai kebutuhan fisologisnya maka perhatian akan diarahkan pada keselamatan diri. Misalnya, pengambilan surat atau membuat surat asuransi, mendaftarkan diri masuk pada perserikatan kerja dan lain sebagainya.

3. Kebutuhan Sosial

Setelah semua kebutuhan fisiologis dan rasa aman terpenuhi, maka seseorang akan memunculkan motif baru yakni berkenaan dengan hubungan sosial. Misalnya, dalam kaitannya dengan pekerjaan seorang karyawan melakakukan pekerjaan tertentu agar memperoleh uang untuk memenuhi kebutuhan hidup(pokok) , sementara di sisi yang lain, ia juga menilai pekerjaan sebagai suatu dasar hubungan kemitraan sosial yang ditimbulkannya.

4. Kebutuhan akan Penghargaan

Percaya diri dan harga diri maupun kebutuhan akan pengakuan akan orang lain. Dalam kaitannya denga pendidikan, hal itu berarti memiliki suatu capain belajar yang dapat diakui sebagai sesuatu yang bermanfaat, memndapat pengakuan dan kehormatan dalam dunia pendidikan.

5.  Kebutuhan Aktualisasi Diri

Tahap ini merupakan tahap puncak dimana seseorang ingin meraih secara penuh potensinya.


2.  Teori Motivasi Kesehatan Hezberg

            Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan menggunakan wawancara dengan para akuntan dan para ahli teknik  Amerika Serikat, Hezberg mengembangkan teori motivasi dua faktor. Teori tersebut menjelaskan adanya beberapa faktor yang jika tidak ada akan menyebabkan ketidakpuasan dan yang terpisah dari faktor motivasi lain yang membangkitkan upaya dan kinerja sangat istimewa dan sangat membantu seseorang untuk mencapai tujuan kesuksesan sesuai rencana nya. Hal-hal yang tidak memuaskan, ia gambarkan sebagai motivator.

         

3. Teori X dan Teori Y Douglas Mc. Gregor

            Teori X dan Teori Y beranggapan bahwa teori X memandang para pekerja sebagi pemalas yang tidak dapat diperbaiki, dan oleh karena itu, mereka menggunakan pendekatan “wortel dan tongkat” untuk menanganinya. Sedangkan manajer teori Y memandang bekerja harus seimbang dengan istirahat dan bermain, dan bahwa orang-orang pada dasarnya cenderung untuk bekerja keras dan melakukan pekerjaan dengan baik.

4. Teori Harapan Vroom

            Teori harapan didasarkan pada keyakinan bahwa orang dipengaruhi perasaan mereka tentang gambaran hasil tindakan mereka. Contohnya, orang menginginkan kenaikan pangkat akan menunjukkan kinerja yang baik jika mereka menganggap kinerja yang tinggi diakui dan dihargai dengan kenaikan pangkat.

            

5. Teori Motivasi Berprestasi Mc Celland

            Mc Celland menekankan pentingnya kebutuhan berprestasi, karena orang yang berhasil dalam bisnis dan industri adalah orang yang berhasil mengerjakan segala sesuatu. 


6.Teori Keberadaan, Keterkaitan, dan Pertumbuhan Cleyton Alderfer E.R.G

            Alderfer merumuskan lagi hierarki Maslow dalam 3 kelompok yang dinyatakan sebagai keberadaaan, keterkaitan,dan pertumbuhan, yaitu:

·Kebutuhan akan   keberadaan adalah semua kebutuhan yang berkaitan dengan keberadaan manusia yang dipertahankan dan berhubungan dengan hubungan fisiologis dari dan rasa aman.

·Kebutuhan keterkaitan yaitu hubungan kemitraan

·Kebutuhan pertumbuhan adalah kebutuhan yang berhubungan dengan perkembangan potensi perorangan dan dengan kebutuhan penghargaan dan aktualisasi diri.


d.Peranan dalam Belajar dan Pembelajaran

            Motivasi pada dasarnya dapat membantu dalam memahami dan menjelaskan perilaku individu, termasuk perilaku individu seseorang yang sedang belajar. Ada beberapa peranan penting dari motivasi dalam belajar dan pembelajaran, antara lain:

1.Peran motivasi dalam menentukan penguatan belajar

            Motivasi dapat berperan dalam penguatan belajar apabila seorang anak yang belajar dihadapkan pada suatu masalah yang memerlukan pemecahan, dan hanya dapat dipecahkan oleh hal yang dipahami di otak nya saja. Dapat dipahami bahwa sesuatu dapat menjadi penguat belajar untuk seseorang, apabila ia sedang benar-benar mempunyai motivasi untuk belajar. Dengan perkataan lain, motivasi dapat menentukan hal-hal apa di lingkungan anak yang dapat memperkuat perilaku belajar. 

2.Peran motivasi dalam memperjelas tujuan belajar

            Peran motivasi dalam memperjelas tujuan belajar erat kaitannya dengan kemaknaan belajar itu sendiri. Anak akan tertarik untuk belajar sesuatu, jika yang dipelajari itu sedikitnya sudah dapat diketahui atau dinikmati manfaatnya bagi anak. Sebagai contoh, anak akan termotivasi belajar elektronik karena tujuan belajar elektronik itu dapat melahirkan kemampuan anak dalam bidang elektronik. Dalam suatu kesempatan misalnya, anak tersebut diminta untuk memperbaiki radio yang rusak, dan berkat pengalaman dari belajar elektronik, maka anak tersebut dapat memperbaikinya. Dari pengalaman itu anak semakin termotivasi untuk beajar karena anak tersebut telah mengetahui makna dari belajar elektronik.

3.Motivasi menentukan ketekunan belajar

            Seoarang yang termotivasi untuk belajar sesuatu, akan berusaha mempelajarinya dengan baik dan tekun. Dalm hal ini, tampak bahwa motivasi dalam belajar menyebabkan seseorang tekun dalam belajar. Sebaliknya, apabila seseorang kurang atau tidak memiliki motivasi untuk belajar, maka ia tidak tahan lama dalam belajar. Dia mudah tergoda untuk mengerjakan hal yang lain bukan belajar. Itu berarti motivasi sangat berpengaruh terhadap ketahanan dan ketekunan belajar.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelebihan dan Kekurangan Vaseline