Psikologi Pendidikan

Nama : Putri Pramudita

Npm : 2101031027

Kelas : PGMI C

MATA KULIAH : PSIKOLOGI PENDIDIKAN 


A. Pengertian Psikologi Pendidikan

           Psikologi secara bahasa berasal dari yunani “psyche” yang artinya jiwa, dan “logos” yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologi psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya maupun latar belakangnya, bahkan psikologi disebut dengan ilmu jiwa.

          Pendidikan berasal dari kata “didik”, lalu kata ini mendapat awalan me sehingga menjadi “mendidik”, artinya memelihara dan memberi latihan. yang diperlukan adanya ajaran, tuntunan, dan pimpinan mengenai akhlak . 

           Psikologi Pendidikan diartikan sebagai studi atau materi yang membahas mengenai kejiwaan pada pendidikan atau  tentang proses pendidikan. Kesimpulannya adalah bahwa studi kejiwaan atau proses pendidikan tersebut diarahkan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pendidikan dan pengajaran pada siswa dan tenaga pendidik. 

            Psikologi pendidikan adalah ilmu yang menjelas tentang aktivitas individu dan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam proses pendidikan. 

            Psikologi Pendidikan merupakan salah satu cabang psikologi yang mengkaji perilaku individu dalam konteks pendidikan dengan tujuan untuk menemukan berbagai fakta, generalisasi dan teori-teori psikologi berkaitan dengan pendidikan.

B. Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan

Berikut penjelasan mengenai ruang lingkup psikologi pendidikan... 

1. Pengetahuan

           Pendidik atau guru perlu memiliki pengetahuan yang lebih untuk memberikan pengajaran pada anak didiknya. Proses belajar mengajar dilakukan dengan memberi  pengetahuan pada peserta didik yang awalnya tidak tahu tentang materi yang diberikan menjadi tahu. 

           Pengetahuan yang diberikan oleh pendidik biasanya membahas aktivitas jiwa, intelegensi, kepribadian, karakter individu, bakat , tumbuh kembangnya, pembinaan disiplin di dalam kelas, motivasi belajar.

2. Pembawaan

          Proses pembelajaran yang menyenangkan  oleh guru akan memberikan motivasi dan respon positif dari anak didik saat proses belajar mengajar. Pemberian materi dilakukan dengan  gaya penyampaian materi yang asyik dan mampu menghidupkan suasaan pembelajaran di kelas. 

3. Pendidikan Karakter

            Pendidikan Karakter dibentuk dari budaya yang diterapkan selama pembelajaran di bangku sekolah oleh pendidik. berupa aturan  kedisplinan dari kebudayaan  pada suatu daerah.

4. Perkembangan Siswa

            Setiap Guru sangat  mempengaruhi perkembangan siswa mulai  tingkah laku  ketika di kelas, ketertarikan atau keaktifan saat mengikuti pelajaran, hasil yang didapatkan ketika tes. Dan juga perkembangan siswa mulai dari sikap, cara berbicara, interaksi dengan guru dan temannya secara sopan. 

5. Pengukuran Pendidikan

            Pengukuran pendidikan ialah evaluasi yang dilakukan pada siswa setelah mendapatkan proses pembelajaran dalam waktu tertentu dengan tujuan untuk mengukur perkembangan pendidikan yang telah didapat.

6. Faktor yang mempengaruhi Belajar

            Situasi atau suasana dalam  belajar sangat berpengaruh pada siswa. Situasi dalam kelas  mempengaruhi keberhasilan mengajar seorang guru. Kondisi ruang kelasn lain seperti , ruang laboratorium, ruang perpustakaan merupakan fasilitas yang membantu mempengaruhi kualitas belajar mengajar.

           Kondisi ruangan yang  bersih, sirkulasi udara, kapasitas ruangan yang memadai, kondisi bangku dan tempat duduk, penerangan, dan kondisi tenang dibutuhkan untuk membangkitkan semangat belajar siswa dan juga semangat mengajar guru.

          Faktor lain yang mempengaruhi belajar berasal dari dalam atau diri siswa sendiri  yaitu motivasi,bakat,intelegensi.

7. Transver Belajar

           Pembelajaran dilakukan dengan sistem dan interaksi yang baik dan positif dengan komunikasi yang menyenangkan antara guru dan anak didik menyebabkan anak didik menerima ilmu yang diberikan dan menyukai gurunya. Namun,  jika interaksi dan komunikasi guru pada siswa kurang baik, maka siswa akan menjadi tidak suka terhadap materi yang disampaikan  dan menunjukkan sikap yang negatif. 

8. Proses-proses tingkah laku

            Proses pembelajaran interaktif yang diberikan oleh guru kepada siswa akan memberi perubahan perilaku keterampilan selama proses pembelajaran seperti berbicara di depan kelas, berdiskusi, ataupun kegiatan yang melibatkan respon sensorik dan motorik. 

           Kegiatan yang dilakukan guru mampu  memberikan perubahan pada peserta didik menjadi lebih aktif dan perubahan sikap (afektif) dari sikap yang kurang baik menjadi sikap yang positif. 

9. Hakikat dan ruang lingkup belajar

          Hakikat merupakan hal yang mendasari dalam proses belajar. Hakekat dan ruang lingkup belajar berfungsi untuk  proses pembelajaran seperti interaksi, materi yang diberikan kepada siswa.

10. Aspek praktis pengukuran

          Aspek praktis pengukuran ialah alat ukur yang digunakan untuk mengetahui perubahan perilaku siswa hasil dari proses pembelajaran.

11. Kesehatan mental

         Kesehatan mental sangat penting pada anak didik ditandai dengan keikutsertaannya dan keaktifannya dalam mengikuti setiap kegiatan pembelajaran baik secara individu maupun berkelompok.


C. Manfaat mempelajari Psikologi Pendidikan

1. Memahami perbedaan siswa

           Masing-masing siswa memiliki kemampuan dan potensi yang berbeda beda. Sebagai guru, harus bisa memahami perbedaan  karakteristik setiap siswa, tahap tumbuh kembangnya, serta tipe perilakunya. Pemahaman tersebut mampu membuat  interaksi pembelajaran atau penyampaian materi  sesuai dan pembelajaran yang efektif serta efisien.

2. Menciptakan iklim belajar yang kondusif di kelas

         Setiap guru harus bisa menciptakan iklim belajar yang kondusif dan  meningkatkan efektifitas kegiatan belajar mengajar dalam kelas. Pengetahuan tentang prinsip-prinsip dasar pendekatan dan interaksi yang menyenangkan mampu membuat siswa menjadi lebih semangat dan sesuai dengan masing masing karakteristik siswa, akan mengubah suasana belajar yang kondusif dan proses pembelajaran yang efektif.

3. Memilih strategi pembelajaran yang tepat

           Mempelajari psikologi digunakan sebagai  mengenal karakteristik masing masing siswa dan mengenal metode pembelajaran yang disukai. Strategi pembelajaran yang sudah tepat, akan memberikan situasi efektif belajar mengajar.

4. Memberikan bimbingan pada siswa

             Psikologi memberikan kemampuan kepada guru untuk menjadi seorang pembimbing bagi siswanya dengan pendekatan emosional dari hati ke hati untuk mendapatkan kepercayaan siswa. Ketika siswa sudah memberikan rasa percayanya kepada guru, maka proses membantu penyelesaian masalah untuk proses pembelajaran yang efektif akan dapat dilakukan dengan mudah.

5. Berinteraksi dengan tepat dengan siswa

              Prinsip-prinsip psikologi mendasari cara berkomunikasi yang tepat dalam pembelajaran. Komunikasi dengan siswa dapat dinyatakan dengan menempatkan diri sesuai tahapan tumbuh kembang siswa. Sehingga dapat memberikan suatu interaksi yang menyenangkan. Penyesuaian dengan tahapan rumbuh kembang siswa menciptakan pemahaman pengajar dari sudut siswa dan mengetahui keinginan atau proses pembelajaran yang disukai dan juga karakter masing masing siswa.

6. Memberikan evaluasi hasil pembelajaran

             Sebagai seorang pendidik atau guru , dengan mempelajari psikologi pendidikan akan mampu memberikan penilaian hasil pembelajaran secara adil. Evaluasi hasil pembelajaran bisa berupa nilai ujian secara intelegensi, nilai sikap, dan nilai keaktifan mengikuti kegiatan sekolah. 

7. Memotivasi belajar

            Bekal psikologi pendidikan untuk pengajar agar pengajar mampu memberikan dukungan, dorongan atau motivasi untuk siswanya dalam semangat belajar yang lebih tinggi. Psikologi pendidikan mengajarkan tentang memahami masing masing karakteristik siswa dan memberikan motivasi sesuai dengan karakter tersebut agar lebih efektif mempengaruhi semangat belajar siswa. Pemberian dukungan positif kepada siswa menghasilkan semangat belajar yang meningkat.

8. Menetapkan tujuan pembelajaran

            Psikologi pendidikan membantu pegajar untuk menentukan tujuan pembelajaran terhadap perubahan perilaku seperti apa yang diinginkan sebagai hasil pembelajaran. Tujuan pembelajaran ditetapkan pada setiap materi yang akan diberikan.

9. Penggunaan media pembelajaran yang tepat

           Pengetahuan psikologi pendidikan juga bermanfaat untuk menentukan media pembelajaran yang tepat untuk siswa, misalnya media audio, visual, motorik, dan lain sebagainya sebagai aktivitas pembelajaran yang menyenangkan. 

10. Penyusunan jadwal pelajaran yang sesuai

            Penyusunan jadwal pelajaran juga sangat penting untuk bisa disesuaikan dengan kondisi siswa, seperti pelajaran yang butuh pemikiran lebih rumit seperti matematika akan lebih baik jika diletakkan pada jam belajar pertama, saat pikiran siswa masih segar dan konsentrasinya masih maksimal. Jika mata pelajaran seperti matematika diletakkan pada akhir kelas, maka hal itu tidak akan efektif. 

D. Peranan Psikologi Pendidikan Dalam Dunia Pendidikan 

          Psikologi pendidikan sudah menjadi dasar pembentukan dan pengembangan sistem kurikulum, pembelajaran,dan penilaian dalam dunia pendidikan. Berikut  Kontribusinya terhadap perkembangan dunia pendidikan dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Peran psikologi terhadap kurikulum pendidikan

          Secara psikologis, pengembangan diri siswa didasarkan pada kemampuan afektif, kognitif, dan psikomotor. Kemampuan tersebut dapat dilihat dari perkembangan sikap, motivasi, tingkah laku, dan komponen lainnya. 

Kurikulum yang saat ini  dikembangkan adalah kurikulum berbasis kompetensi. Kompetensi bertujuan untuk mengembangkan kemampuan pada ketrampilan, pengetahuan, dan refleksi dalam berfikir dan bertindak. 

2. Peran psikologi terhadap sistem pembelajaran

           Terkait dengan teori psikologi yang berdampak pada seseorang  dalam bertingkah laku, psikologi juga mempengaruhi sistem pembelajaran pada dunia pendidikan dengan positif. Siswa menjadi bersungguh-sungguh belajar ketika respon psikologinya dibimbing oleh pengajar dengan baik.

Selain itu psikologi pendidikan juga telah melahirkan prinsip prinsip pembelajaran seperti berikut ini :

1. Seseorang yang belajar harus memiliki sebuah tujuan.

2. Tujuan dilahirkan dari kebutuhan bukan paksaan

3. Harus bersedia mengalami beberapa kesulitan.

4. Belajar itu dibuktikan dengan perubahan perilaku.

5. Belajar membutuhkan insight apa yang harus dipelajari dan dipahami.

6. Seseorang membutuhkan bimbingan.

7. Ujian perlu dilakukan namun didahului dengan pemahaman.


3. Peran psikologi terhadap sistem penilaian

          Psikologi telah memberikan peranan dalam sistem penilaian. Misalnya, dengan tes psikologi untuk mengetahui tingkat kecerdasan siswa, tes bakat untuk mengetahui bakat yang potensial terdapat dalam diri siswa sehingga lebih mudah memberikan bimbingan dalam membantu mengembangkan potensi diri siswa.

          Tes aspek kepribadian juga dapat membantu guru mengenal lebih baik pribadi siswanya sehingga bisa memberikan pendekatan yang lebih baik lagi dalam proses pembelajaran. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelebihan dan Kekurangan Vaseline