Proses belajar dan Pembelajaran
Nama : Putri Pramudita
Npm : 2101031027
Semester : 2
1. Pengertian Belajar
Arti belajar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, secara etimologis memiliki arti “berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu”. Definisi ini memiliki
pengertian bahwa belajar merupakan sebuah aktivitas yang bertujuan untuk mencapai kepandaian atau berilmu. Pembelajaran yang digunakan untuk menjalani kehidupan selama masa hidup seseorang.
Pengertian belajar menurut beberapa ahli :
a. Baharuddin dan Esa
Belajar merupakan proses manusia
untuk mencapai berbagai macam kompetensi, keterampilan, dan sikap. Belajar dimulai sejak manusia lahir sampai akhir hayat.¹(2009:11)
b. Oemar Hamalik
adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman (learning is defined as the modification or strengthening of behavior through experiencing). Menurut pengertian ini, belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan melainkan pengubahan kelakuan.
c. Annurahman
menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya.
Maka dapat disimpulkan dari beberapa pengertian menurut beberapa ahli. Belajar merupakan perubahan untuk menuju yang lebih baik lagi dan pemahaman menyelesaikan solusi atas setiap atas setiap permasalahan yang dihadapi dengan kecerdasan dan wawasan.
2.Teori pokok belajar
Teori belajar merupakan penggambaran bagaimana proses belajar pada manusia dan bersifat deskriptif. Teori mempelajaran tentang pengertian,tujuan ataupun asumsi asumsi lainya .
a.Teori Behavioristik
Aliran psikologi belajar ini yang sangat besar pengaruhnya terhadap arah pengembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran hingga kini adalah aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Aplikasi teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal seperti: tujuan pembelajaran,sifat materi pelajaran, karakteristik pebelajar, media dan fasilita pembelajaran yang tersedia. Para siswa diharapkan akan mampu memiliki pemahaman yang sama terhadap pengetahuan yang diajarkan.Artinya, apa yang dipahami oleh pengajar atau guru itulah yang harus dipahami dan dipraktekan dalam kehidupan nya oleh murid. Implikasi dari teori behavioristik dalam proses pembelajaran dirasakan kurang memberikan ruang gerak yang bebas bagi siswa untuk bisa berkreasi,bereksperimentasi dan mengembangkan kemampuannya sendiri dan bebas .Karena system pembelajaran tersebut bersifat otomatis‐mekanis dalam menghubungkan stimulus dan respon sehingga terkesan seperti kinerja mesin atau robot.
b.Teori kognitivisme
Istilah “Congnitivisme” berasal dari kata cognition artinya adalah pengertian, mengerti. Pengertian cognition adalah perolehan,penataan dan penggunaan pengetahuan. Kemudian istilah kognitif ini menjadi populer sebagai salah satu arti dari psikologi manusia atau satu konsep umum yang mencakup semua bentuk pengenalan yang meliputi setiap perilaku mental yang berhubungan dengan masalah pemahaman,memperhatikan,memberikan,menyangka,pertimbangan,pengolahan informasi,pemecah masalah,membayangkan,memperkirakan,berpikir dan keyakinan.Termasuk kejiwaan yang masuk diotak ini jga berhubungan dengan konasi (kehendak)dan afeksi (perasaan) yang berkaitan dengan rasa.
Tingkah laku seseorang senantiasa berdasarkan kognisi yaitu tindakan mengenal atau memikirkan situasi dimana tingkah laku itu terjadi.
Belajar adalah perubahan pemikiran dan pemahaman. Perubahan pemikiran dan pemahaman tidak selalu bebrbentuk perubahan tingkah laku yang bisa di amati.
C.Teori humanistik
Berdasarkan teori belajar humanistik,kegiatan belajar dianggap berhasil apabila siswa memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelaku yang belajar,tidak dari sudut pandang pengamatan. Tujuan utama pendidik atau seorang guru adalah membantu murid untuk mengembangkan diri sendiri dengan cara membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia dan membantu dalam mewujudkan semua potensi yang ada dalam diri merka masing- masing. Tujuan dasar pendidikan humanistik adalah mendorong siswa menjadi mandiri dan independen, mengambil tanggung jawab untuk pembelajaran mereka,menjadi kreatif dan tertarik dengan seni dan menjadi ingin tahu dunia di sekitar dan lingkungan tinggal mereka
d. Teori sibernatik
Merupankan teori belajar yang relative baru di bandingkan teori-teori belajar yang sudah di bahas sebelumnya. Teori ini berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi dan ilmu informasi. Menurut teori sibernatik belajar adalah pengolahan informasi .
Model proses pengolahan informasi memandang memory atau pemikiran manusia seperti computer yang mengambil atau mendapatkan informasi,mengelolah dan mengubahnya dalam bentuk dan isi kemudian menyimpanya dan menampilkan kembali informasi pada saat di butuhkan
e.Teori kecerdasan majemuk
teori kecerdasan majemuk adalah sebuah fenomena dalam dunia pendidikan di akhir abad ke 20 dan menjadi sebuah tren dalam dunia pendidikan Indonesia akhir-akhir ini.
Kreteria-keriteria yang di sebut sebagai tanda –tanda kecerdasan:
1.Isolasi kemampuan akibat kerusakan otak.
2.keberadaan idiot
Orang yang sangat cerdas pada hal tertentu tetapi tidak memahami hal yang lain.
3.seperangkat kenerja atau kinerja inti.
4.sejarah perkembangan yang jelas di ikutin dengan seperangkat untuk kerja.
5. Sejarah evolusi dan kemungkinan‐ Kemungkinan evolusi.
6.Adanya dukungan dari uji eksperimen psikologis.
7. Adanya dukungan dari penemuan psikometri.
8. Keterjemahan sebuah system simbol.
3.. Proses dan Fase Belajar
Proses adalah kata yang berasal dari bahasa latin “processus” yang berarti “berjalan ke depan”. Kata ini mempunyai arti yaitu urutan langkah atau kemajuan yang mengarah pada suatu sasaran atau tujuan. Dalam psikologi belajar, proses berarti cara-cara atau langkah-langkah khusus yang dengannya beberapa perubahan ditimbulkan hingga tercapainya
hasil-hasil tertentu . Jadi, proses belajar dapat diartikan sebagai perubahan perilaku yang terjadi dalam diri siswa. Perubahan tersebut bersifat positif dan arti berorientasi ke arah yang lebih maju daripada keadaan sebelumnya.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa proses belajar adalah suatu aktifitas psikis ataupun mental yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan besar dalam pengetahuan dan pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Dalam pengertian lainnya, belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman . Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan
melainkan pengubahan kelakuan.Dengan demikian belajar bukan hanya berupa kegiatan mempelajari suatu mata pelajaran di rumah atau di sekolah secara formal. Kegiatan yang disebut belajar dapat terjadi dimana-mana, baik di lingkungan keluarga,
masyarakat maupun di lembaga pendidikan formal.
4. Formal usaha-usaha dilakukan untuk menyajikan pengalaman belajar
Bagi anak didik atau siwa agar mereka belajar hal-hal yang relevan baik bagi kebudayaan maupun bagi diri masing-masing. Belajar memegang peranan penting dalam mempertahankan kehidupan umat manusia di tengah-tengah persiapan yang semakin
ketat di antara bangsa-bangsa lainnya yang lebih maju karena belajar.
a. Fase Informasi
Dalam fase informasi, seorang siswa yang sedang belajar memperoleh keterangan mengenai materi yang sedang diajar. Diantara informasi yang diperoleh itu ada yang sama sekali baru dan mungkin belum mengetahui sama sekali apa yang berfungsi menambah, memperluas, dan memperdalam pengetahuan
yang sebelumnya telah dimiliki.
b. Fase Transformasi ( Tahap Pengubahan Materi )
Dalam fase transformasi, informasi yang telah diperoleh itu di analisis, diubah, atau ditransformasikan menjadi bentuk yang abstrak atau konseptual
supaya nantinya pada gilirannya dapat dimanfaatkan bagi hal-hal yang lebih luas. Bagi siswa pemula, fase ini akan berlangsung lebih mudah apabila disertai
dengan bimbingan guru yang diharapkan kompeten dalam mentransfer strategi belajar yang tepat untuk melakukan pembelajaran materi pelajaran tertentu.
c. Fase Evaluasi
Dalam fase evaluasi, seorang siswa akan menilai sendiri sampai sejauh manakah pengetahuan informasi yang telah di transformasikan tadi dapat
dimanfaatkan untuk memahami gejala-gejala lain atau memecahkan masalah yang dihadapi.
tahapan peristiwa yang meliputi :
a. Tahap Perhatian (Attantional Phase)
Pada Tahap ini para peserta didik pada umumnya memusatkan perhatian pada objek materi yang lebih menarik terutama karena keunikanya di banding
dengan objek materi yang sebelumnya mereka ketahui.
b. Tahap Penyimpanan dalam ingatan (pretention phase)
Tahapan ini penginformasian berupa materi dan contoh perilaku model itu diperoleh, diproses dan disimpan dalam memori. Dengan tahapan ini peserta didik akan lebih baik dalam memperoleh dan menyimpan segala
informasi yang disampaikan dan memberikan contoh perbuatan yang akurat.
c. Tahap Reproduksi (Reproduction phase)
Pada Tahap ini semua bayangan atau kode simbolis yang berisi informasi pengetahuan dan perilaku yang telah tersimpan dalam memory para peserta
didik itu di produksi kembali.
d. Tahap Motivasi (Motivation phase)
Tahap ini adalah tahap penerimaan dorongan yang dapat berfunsi sebagai segala informasi dalam memori para peserta didik. Pada tahapan ini guru di anjurkan untuk memberikan pujian atau nilai kepada para peserta didik yang memperoleh hasil yang memuaskan.
4. Aplikasi Teori Dalam Pembelajaran
a. Aplikasi Teori Behavioristik
Beberapa hal penting dalam penerapan teori ini adalah :
1. Mementingkan pengaruh lingkungan
2. Mementingkan bagian-bagian (elementalistik)
3. Mementingkan peranan reaksi
4. Mengutamakan mekanisme terbentuknya hasil belajar melalui prosedur stimulus respon
5. Mementingkan peranan kemampuan yang sudah terbentuk sebelumnya
6. Mementingkan pembentukan kebiasaan melalui latihan dan pengulangan
7. Hasil belajar yang dicapai adalah munculnya perilaku yang diinginkan.
Sebagai seorang guru memiliki peran dalam menyusun bahan ajar yang sudah siap, melakukan instruksi, memberikan bahan ajaran yang disusun secara sederhana. Siswa berperan melakukan sesuai instruksi serta meniru dan mengikuti peraturan yang ditetapkan. Berlatih pengulangan dan pembiasaan dan menguasai keterampilan selanjutnya.
b. Aplikasi Teori Kognitif
Dalam merumuskan tujuan pembelajaran, mengembangkan strategi dan tujuan pembelajaran, tidak lagi mekanistik sebagaimana dilakukan dalam pendekatan. Kebebasan dan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar amat diperhitungkan, agar belajar lebih bermakna bagi siswa. Siswa bukan sebagai orang dewasa yang mudah dalam proses berfikirnya.
c. Teori Humanistik
Pengaplikasian ini lebih merujuk atau spirit selama proses pembelajaran yang mewarnai metode-metode yang diterapkan. Guru mempunyai peran sebagai pemberi motivasi, kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa. Sedangkan siswa mempunyai peran sebagai pelaku utama yang memakai pengalaman belajarnya sendiri.
Komentar
Posting Komentar