Devinisi Pertumbuhan Dan Perkembangan
Nama : Putri Pramudita
Kelas : C PGMI
Semester : 2
Npm : 2101031027
A. Devinisi Pertumbuhan
Definisi Pertumbuhan
Pengertian Pertumbuhan menurut para ahli
1. Pertumbuhan (growth) menurut (Soetjiningsih dan Ranuh, 2015) adalah perubahan yang bersifat kuantitatif, yaitu bertambahnya jumlah, ukuran, dimensi pada tingkat sel, organ, maupun individu. Sebagai contoh, anak bertambah besar bukan saja secara fisik, melainkan juga ukuran dan struktur organ-organ tubuh dan otak.
2. Istilah pertumbuhan menurut Sobur (2013), khusus dimaksudkan bagi pertumbuhan dalam ukuran badan dan fungsi fisik dan murni. Pertumbuhan pada umumnya dibatasi pada perubahan-perubahan Struktural dan fisiologis dalam pembentukan seseorang secara jasmaniah dari saat masih berbentuk janin melalui periode-periode prenatal (dalam kandungan), dan postnatal (setelah lahir), sampai pada kedewasaannya.
3. Kartono dan Sobur (2013), mendefinisikan pertumbuhan sebagai perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik, yang berlangsung secara normal pada diri anak yang sehat, dalam peredaran waktu tertentu. Pertumbuhan sifatnya sementara, hanya terjadi sampai manusia mencapai kematangan fisik. Jadi, yang dimaksud dengan pertumbuhan adalah berkembangnya ukuran fisik dan struktur tubuh yang dapat diukur dengan satuan panjang ataupun satuan berat.
Dalam pengertian pertumbuhan ini Peserta didik adalah anggota masyarakat yang diharapkan untuk bisa memahami dan menerapkan pengertian pembelajaran pertumbuhan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki melalui jalur pendidikan.
Perkembangan peserta didik merupakan pengkajian aspek-aspek perkembangan individu yang sedang menempuh pendidikan. Peserta didik memerlukan arahan dan bimbingan menuju pribadi yang berkualitas maka dari itu diperlukan tenaga pendidik yang mampu mengajarkan setiap materi dan membuat para siswanya mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
B. Definisi Perkembangan
Perkembangan ialah yang berkaitan dengan bertambahnya struktur fungsi tubuh yang meliputi kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara, dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian (Soetjiningsih dan Ranuh, 2015).
Perkembangan merupakan perubahan yang progresif dan terus menerus dalam diri organisme sejak lahir hingga mati (Sobur, 2013).
Secara umum, proses diartikan sebagai tahapan perubahan yang terjadi dalam suatu perkembangan sesuatu. Adapun maksud kata proses dalam perkembangan siswa adalah tahapan-tahapan perubahan yang dialami seorang siswa, baik yang bersifat jasmaniah maupun yang bersifat rohaniah.
Proses dalam hal ini juga berarti tahapan perubahan tingkah laku siswa baik yang terbuka maupun yang tertutup. Proses dapat juga berarti cara terjadinya perubahan dalam diri siswa atau reaksi atau respon yang ditimbulkan oleh siswa tersebut.
Secara global, seluruh proses perkembangan individu sampai menjadi person (dirinya sendiri) berlangsung tiga tahap :
Tahapan proses konsepsi
Tahapan proses kelahiran
Tahapan proses perkembangan individu
Hurlock memberi istilah “ strages in the life span “ (tingkatan-tingkatan dalam rentang waktu kehidupan) bagi seluruh proses perkembangan individu. Life span in menurutnya berlangsung dalam 10 tingkatan atau fase bermula dari prenatal atau period (masa sebelum lahir) sampai old age (masa tua).Perkembangan juga meliputi beberapa aspek, baik fisik maupun psikis. Perubahan tersebut dapat dibagi menjadi 4 kategori utama:
a) Perubahan dalam ukuran perubahan. Dapat berbentuk pertambahan ukuran panjang atau tinggi maupun berat badan.
b) Perubahan dalam perbandingan. Dilihat dari sudut fisik terjadi perubahan proporsional antara kepala, anggota badan, dan anggota gerak. Perubahan secara proporsional juga terjadi pada perkembangan mental.
c) Berubah untuk mengganti hal-hal yang lama. Kebiasaan untuk melakukan sesuatu tanpa bisa menahan diri dan menunda emosi sedikit demi sedikit akan hilang.
d) Berubah untuk memperoleh hal-hal yang baru. Banyak hal yang baru diperoleh selama perkembangan sesuai dengan keadaan dan tingkatan atau tahapan perkembangannya. Ketika dilahirkan, bayi belum mempunyai gigi dan beberapa waktu kemudian (kalau sudah sampai waktunya atau umurnya) gigi tersebut akan tumbuh.
C. Tugas dan Fase Perkembangan
Tahapan perkembangan manusia senantiasa berlangsung seiring dengan kegiatan belajar. Kegiatan belajar ini tidak berarti merupakan kegiatan belajar yang ilmiah. Tugas belajar yang muncul dalam setiap fase perkembangan merupakan keharusan universal dan idealnya berlaku secara otomatis, seperti kegiatan belajar keterampilan melakukan sesuatu pada fase perkembangan tertentu yang lazim terjadi pada manusia normal.
Disamping itu hal lain juga menimbulkan tugas-tugas perkembangan tersebut adalah:
1) Karena adanya kematangan fisik tertentu pada fase perkembangan tertentu.
2) Karena adanya dorongan cita-cita psikologi manusia yang sedang berkembang itu sendiri.
3) Karena adanya tuntutan masyarakat sekitar.
D. Ayat yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan
Periode kelahiran sampai kematian. Banyak sekali ayat yang menunjukkan fase perkembangan manusia mulai dari manusia itu dilahirkan sampai meninggal dunia. salah satunya ialah firman Allah dalam QS. Ar-rum:54.
Artinya: Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari Keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah Keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dikehendaki-Nya dan Dialah yang Maha mengetahui lagi Maha Kuasa.
Rangka memfungsikan tahap-tahap perubahan yang menyertai perkembangannya, manusia harus belajar melakukan kebiasaan-kebiasaan tertentu, misalnya kebiasaan belajar berjalan dan berbicara pada rentang usia 1-5tahun.
Belajar melakukan kebiasaan-kebiasaan tertentu pada saat atau masa perkembangannya yang tepat dipandang berkaitan langsung dengan tugas-tugas perkembangan berikutnya. Adapun mengenai fase-fase perkembangan dan tugas-tugas yang mengiringi fase-fase tersebut adalah sebagaimana yang dikemukakan Robert Havigurst berikut ini:
a) Tugas perkembangan fase bayi
Secara Kronologis (menurut urutan waktu), masa bayi ( Infancy Atau Babyhood ) berlangsung sejak seorang individu manusia dilahirkan dari rahim ibunya sampai berusia sekitar satu tahun. Sedangkan masa kanak-kanak (Earlychildhood ) adalah masa perkembangan berikutnya, yakni dari usia satu tahun hingga usia antara lima atau enam tahun. Perkembangan biologis pada masa-masa ini berjalan pesat, tetapi secara sosiologis ia masih sangat terikat oleh lingkungan , keluarganya. Oleh karena itu, fungsionalisasi lingkungan keluarga pada fase ini penting sekali untuk mempersiapkan anak terjun ke dalam lingkungan yang lebih luas terutama lingkungan sekolah.Tugas-tugas perkembangan pada fase ini meliputi kegiatan-kegiatan belajar sebagai berikut:
Belajar memakan makanan keras
Belajar berdiri berjalan
Belajar berbicara
Belajar mengendalikan pengeluaran benda-benda buangan dari tubuhnya
Belajar membedakan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan Mencapai kematangan untuk belajar membaca dalam arti siap mengenal huruf, suku kata dan kata-kata tertulis
Belajar mengadakan hubungan emosional selain ibunya
Belajar membedakan antara hal yang baik dan buruk.
b) Tugas perkembangan fase anak-anak
Masa anak-anak (Late childhood ) berlangsung antara usia 6-12 tahun,dengan ciri-ciri utama sebagai berikut:
Memiliki dorongan untuk keluar dari rumah dan memasuki kelompok sebaya (Peer group)
Keadaan fisik yang memungkinkan atau mendorong anak memasuki dunia permainan dan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan jasmani.
Memilki dorongan mental untuk memasuki konsep, logika, simbol dan komunikasi yang luas.
Adapun tugas-tugas perkembangan pada masa perkembangan kedua meliputi kegiatan belajar dan mengembangkan hal-hal sebagai berikut:
o Belajar keterampilan fisik yang diperlukan untuk bermain.
o Membina sikap yang sehat (positif) terhadap diri sendiri sebagai seorang individu yang sedang berkembang.
o Belajar bergaul dengan teman-teman sebaya sesuai dan etika moral yang termasuk di masyarakatnya.
o Belajar memainkan peran sebagai seorang pria (jika ia seorang pria) dan sebagai wanita (jika ia seorang wanita).
o Mengembangkan dasar-dasar keterampilan membaca, menulis dan berhitung.
o Mengembangkan konsep-konsep yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
o Mengembangkan kata hati, moral dan segala nilai yang selaras dengan keyakinan dan kebudayaan yang berlaku di masyarakatnya.
o Belajar mencapai kemerdekaan atau kebebasan pribadi.
c) Tugas perkembangan fase remaja
Masa remaja (adolescene) menurut sebagian ahli psikologi terbagi atas sub-sub masa perkembangan sebagai berikut:
Sub perkembangan prepuber selama kurang lebih dua tahun sebelum masa puber
Sub perkembangan puber selama dua setegah sampai tiga setegah tahun.
Sub perkembangan post-puber , yakni saat perkembangan biologis sudah lambat tapi terus berlangsung pada bagian-bagian organ tertentu.
Havighurst mengemukakan 10 Jenis tugas perkembangan remaja, yaitu:
1) Mencapai hubungan dengan teman lawan jenisnya secara lebih memuaskan dan matang.
2) Mencapai perasaan seks dewasa yang diterima secara sosial.
3) Menerima keadaan badannya dan menggunakannya secara efektif .
4) Mencapai kebebasan emosional dari orang dewasa.
5) Mencapai kebebasan ekonomi.
6) Memilih dan menyiapkan suatu pekerjaan.
7) Menyiapkan perkawinan dan kehidupan berkeluarga.
8) Mengembangkan keterampilan dan konsep intelektual yang perlu bagi warga negara yang kompeten.
9) Menginginkan dan mencapai tingkah laku yang bertanggung jawab secara sosial.
10) Menggapai suatu perangkat nilai yang digunakan sebagai pedoman tingkah laku.
d) Tugas perkembangan dewasa
Masa dewasa awal (Early adulthood ) ialah fase perkembangan saat seorang remaja mulai memasuki masa dewasa, yakni usia 21-40 tahun.
Adapun tugas-tugas perkembangan pada masa dewasa awal, meliputi:
1) Mulai bekerja mencari nafkah.
2) Memilih teman atau pasangan hidup berumah tangga.
3) Mulai memasuki kehidupan berumah tangga.
4) Belajar hidup bersama pasangan dalam suasana rumah tangga.
5) Mengelola tempat tinggal untuk keperluan rumah tangga dan keluarganya.
6) Membesarkan anak-anak .
7) Menerima tanggung jawab kewarganegaraan.
8) Menemukan kelompok sosial yang cocok dan menyenangkan.
e) Tugas perkembangan setengah baya
Masa setegah baya (Middle age) adalah masa yang berlangsung antara usia 40 Sampai 60 tahun. Adapun tugas-tugas perkembangan pada fase ini, yaitu sebagai berikut:
1) Mencapai tanggung jawab sosial dan kewarganegaraan secara lebih dewasa
2) Membuat anak-anak yang berusia belasan tahun agar berkembang menjadi orang-oarang dewasa yang bahagia dan bertanggung jawab.
3) Mengembangkan aktivitas dan memanfaatkan waktu luang sebaik-baiknya.
4) Menghubungkan diri sedemikian rupa dengan pasangannya.
5) Menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan psikologis yang lazim pada masa setengah baya.
6) Mencapai dan melaksanakan penampilan yang memuaskan dalam karier .
7) Menyesuaikan diri dengan kehidupan orang-orang yang berusia lanjut.
f) Tugas perkembangan fase usia lanjut
Masa tua (Old age) adalah fase terakhir kehidupan manusia. Masa ini berlangsung antara usia 60 tahun sampai berhembusnya nafas terakhir (akhir hayat). Pada masa ini terjadinya perubahan-perubahan motorik yang semakin merosot. Tugas-tugas perkembangan pada masa tua adalah:
1) Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan dan jasmaniah nya
2) Menyesuaikan diri dengan keadaan pesiun dan berkurangnya penghasilan.
3) Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan.
4) Membina pergaulan jasmaniah sedemikian rupa agar memuaskan dan sesuai dengan kebutuhannya
5) Membina hubungan yang baik dengan kelompok seusianya.
E. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN MANUSIA
Para ahli psikologi perkembangan, sering kali mempelajari kecepatan rata-rata atau tipikal proses perkembangan, dari seluruh mamalia dibumi, manusia adalah salah satunya yang paling imatur sejak lahir, karena ia memerlukan periode belajar, perkembangan dan interaksi lebih panjang.
Adapun salah satu tipikal perkembangan manusia dapat dilihat dari usia dia bisa berbicara, tetapi biasanya para ahli psikolog perkembangan lebih memperhatikan bagaimana dan mengapa dibalik data tersebut, seperti bagaimana perilaku tersebut berkembang dan mengapa, mengapa sebagian anak menceloteh atau berjalan, apa perkembangan fisiologisnya, bagaimana interaksinya dengan lingkungan.
faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan:
1) Hederitas (bawaan atau keturunan)
faktor yang mendominasi adalah dari segi biologisnya, seperti warna rambut, warna kulit dll.
2) Kondisi lingkungan
Kondisi lingkungan adalah salah satu faktor yang terpenting dalam perkembangan manusia, sebab lingkungan merupakan alam pertama yang ia jamah, terutama lingkungan keluarga.
3) Lingkungan sosial
Telah dijelaskan bahwa lingkungan adalah salah satu faktor yang sangat mempengaruhi perkembangan manusia, sebab lingkungan merupakan faktor penting untuk tumbuh kembang si anak, dari lingkungan ia bersosialisasi, bisa berbicara dan berinteraksi.
4) Status sosial
Status sosial merupakan salah satu faktor merupakan salah satu faktor yang membentuk sikap dan tingkah laku anak, biasanya anak yang dari kecil orang tuanya berstatus sosial tinggi, biasanya dia lebih cepat berfikir dewasa dari pada anak yang hidup dengan orang tua yang biasa.
5) Budaya, ras dan etnis
Sebenarnya, budaya ras dan etnis telah tercakup dalam lingkungan sosial, sebab budaya, ras dan etnis ada dalam lingkungan sosial.
6) Konteks sejarah
Konteks sejarah merupakan suatu kejadian yang pernah dia alami, yang mampu merubah sikap si anak, bisa berdampak negatif, bisa juga berdampak positif.
F. HUKUM PERKEMBANGAN
Bagi setiap makhluk hidup sejak kelahirannya dan dalam menjalani kehidupan seterusnya terdapat dasar-dasar dan pola-pola kehidupan yang berlaku umum sesuai dengan jenisnya. Pola kehidupan yang dimaksudkan bisa dipergunakan sebagai patokan untuk mengenal ciri perkembangan anak-anak.
Hukum dalam pembahasan ini adalah kaidah atau patokan mengenai terjadinya peristiwa tertentu. Secara spesifik, hukum perkembangan dapat diartikan sebagai kaidah atau patokan yang menyatakan kesamaan sifat dan hakikat dalam perkembangan. Hukum perkembangan juga membahas mengenai patokan generalisasi, mengenai sebab dan akibat terjadinya peristiwa perkembangan dalam diri manusia.
Hukum-hukum perkembangan itu antara lain:
1) Hukum konvergensi
Perkembangan manusia pada dasarnya tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pembawaan sejak lahir, tetapi juga oleh lingkungan pendidikan. Hal ini berarti masa depan kehidupan manusia, tak terkecuali para siswa, bergantung pada potensi pembawaan yang mereka warisi dari orang tua pada proses pematangan, dan pada proses pendidikan mereka yang alami.
Sebaliknya, jika pembawaan siswa lebih besar dan lebih kuat pengaruhnya dari pada lingkungan , hasil siswa tersebut hanya sesuai dengan bakat dan kemampuannya tanpa bisa berkembang jauh karena ketidak mampuan lingkungan. Oleh karena itu sangat kecil pengaruhnya lingkungan pendidikan, misalnya mutu guru dan fasilitas yang rendah akan merugikan para siswa yang membawa potensi bakat yang baik.
2) Hukum perkembangan dan Pengembangan Diri
Para siswa, seperti juga manusia dan organisme lainnya, memiliki dorongan dan hasrat mempertahankan diri dari hal-hal yang negatif, seperti rasa sakit, rasa tidak aman, kematian, dan juga kepunahan dan seterusnya. Hal ini terwujud pada usaha makan ketika lapar, menyelamatkan diri apabila ada bahaya dari usaha untuk memepertahankan diri berlanjut menjadi usaha untuk mengembangkan diri.
3) Hukum masa Peka
Peka artinya muda terangsang atau mudah menerima stimulus. Masa peka adalah masa yang tepat yang terdapat pada diri anak untuk mengembangkan fungsi-fungsi tertentu. Kedatangan masa peka ini menurut para ahli hanya sekali selama hidupnya. Sehingga keterlambantan memanfaatkan masa yang sangat berharga tersebut akan menyebabkan kesulitan belajar.
4) Hukum keperluan belajar
Berkembangnya fungsi fisik maupun mental psikologis pada diri manusia itu tidak terpisahkan karena merupakan satu kesatuan. Antara perkembangan dan belajar terdapat hubungan sangat erat sehingga hampir semua proses perkembangan memerlukan belajar. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa setiap anak bisa berkembang karena belajar.
Keperluan belajar bagi proses perkembangan, terutama perkembangan fungsi-fungsi psikis tak dapat kita pungkiri, meskipun kebanyakan ahli tidak menyebutnya secara eksplisist.
5) Hukum kesatuan anggota badan
Proses perkembangan fungsi-fungsi organ jasmaniah tidak terjadi tanpa diiringi proses perkembangan fungsi-fungsi rohaniah. Dengan demikian, suatu tahapan perkembangan tidak terlepas dari tahapan perkembangan lainnya. Jadi,perkembangan pancaindra, misalnya tidak terlepas dari perkembangan kemampuan mendengar, melihat, berbicara dan merasa.
6) Hukum tempo perkembangan
Lambat atau cepatnya proses perkembangan seseorang tidak sama dengan orang lain. Dengan kata lain, setiap orang memilki tempo perkembangan masing-masing. Tempo-tempo perkembangan manusia pada umumnya terbagi dalam kategori : cepat, sedang dan lambat. Tempo perkembangan yang terlalu cepat atau terlalu lambat biasanya menunjukkan kelainan yang relatif sangat jarang.
Pada dasarnya tempo cepat, sedang dan lambat tidak menunjukkan kualitas proses perkembangan seorang anak yang normal. Tahapan perkembangan berlangsung secara berurutan, terus-menerus dan dalam tempo perkembangan yang relatif tetap serta bisa berlaku umum. Dalam praktek sering terlihat dua hal sebagai petunjuk keterlambatan pada keseluruhan perkembangan mental, yakni:
a) Jika perkembangan kemampuan fisiknya untuk berjalan jauh tertinggal dari patokan umum, tanpa ada sebab khusus pada fungsionalitas fisiknya yang terganggu.
b) Jika perkembangan kemampuan berbicara sangat terlambat dibandingkandengan anak-anak lain pada masa perkembangan yang sama. Seorang anak yang pada umur empat tahun misalnya masih mengalami kesulitan dalam berbicara, mengemukakan sesuatu. Kemungkinan anak tersebut akan mengalami keterlambatan pada seluruh aspek perkembangannya.
7) Hukum Irama perkembangan
Di dalam perkembangan juga dikenal adanya irama atau naik-turunya proses perkembangan. Artinya, perkembangan manusia itu tidak tetap, terkadang naik terkadang turun.
Menurut pengamatan para ahli psikologi, setiap anak biasanya mengalami dua masa pancaroba atau krisis yang lazim disebut "trotz". Masa trotz ini terjadi dalam periode :
a) Trotz periode ke-1 atau krisis pertama terjadi pada masa usia 2 sampai 3tahun dengan ciri utama anak menjadi egois, selalu bersikap dan bertingkah laku mendahulukan kepentingan diri sendiri.
b) Trotz periode ke-2 atau krisis kedua terjadi pada umur antara 14 sampai 17tahun, dengan ciri utama sering membantah orang tua sendiri dalam mencapai identitas pribadi.
8) Hukum rekapitulasi
Hukum rekapitulasi berasal dari teori rekapitulasi (recapitulation theory) yang berisi doktrin sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Robert bahwa proses perkembangan individu manusia adalah sebuah mikrokosmik (dunia kehidupan kecil) yang mencerminkan evolusi kehidupan jenis makhluk hidup dari tingkat yang paling sederhana ke tingkat yang paling kompleks.
Ada dua aspek yang digambarkan oleh teori ini, yakni aspek psikis dan aspek fisik.Hukum rekapitulasi perkembangan yang tampak pada anak adalah sebagai berikut :
1. Masa berburu dan menyamun, yakni pada umur sekitar 8 tahun.
2. Masa mengembala, yakni pada umur sekitar 10 tahun.
3. Masa bercocok tanam, yakni pada umur sekitar 12 tahun ke atas.
4. Masa berdagang, pada umur sekitar 12 tahun ke atas.
Komentar
Posting Komentar