Belajar dan Faktor
Nama : Putri Pramudita
Npm : 2101031027
Kelas : C PGMI
Semester : 2
A. Pengertian Belajar
Belajar merupakan kegiatan atau proses seseorang untuk mencapai kecerdasan, kepintaran dan wawasan yang serta pemahaman setiap masalah yang diajarkan melalui guru dan pengalaman hidup atau bersosialisasi secara mendasar dalam penyelenggaraan pendidikan. Secara psikologis belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai interaksi dalam lingkungannya dengan memahami kebutuhannya.
Belajar penting bagi bagi setiap umat manusia sebab dengan belajar kita menjadi tahu dan tidak mudah dibodohi oleh orang lain. Jika melihat pada zaman dahulu banyak manusia yang tidak belajar hingga mereka menjadi bodoh dan ditindas oleh para pribumi yang berpendidikan tinggi dan para konglomerat. Sehingga setelah nya diwajibkan bagi seseorang untuk belajar agar mampu menjalani kehidupan nya dengan kecerdasan dan kebijakan.
Pengertian belajar menurut parah ahli :
Menurut Hilgrad dan Bower, belajar (to learn) mempunyai arti belajar memiliki pengertian memperoleh pengetahuan atau menguasainya melalui pengalaman, mengingat, dan mendapat informasi atau menemukan informasi.
Menurut Sardiman, belajar dalam artian luas dapat diartikan sebagai kegiatan-kegiatan psikofisik menuju perkembangan pribadi seutuhnya. Kemudian dalam artian sempit, belajar di maksudkan sebagai usaha penguasaan materi ilmu pengetahuan yang merupakan kegiatan bagian menuju terbentuknya kepribadian seutuhnya.
Menurut B.F Skinner, menerangkan bahwasannya belajar adalah suatu proses adaptasi tingkah laku yang berlangsung secara progresif.
Sementara itu, menurut Ormrod menjelaskan bahwa belajar adalahperubahan jangka panjang representasi mental atau asosiasi sebagai hasil dari pengalaman. Pengertian belajar yang dijelaskan oleh Ormrod dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Belajar adalah perubahan jangka panjang. Maksud nya adalah ketika seseorang belajar maka mereka akan mengingat dan melakukan perubahan.
2. Belajar melakukan representasi mental atau asosiasi yang pada intinya merupakan fenomena yang terjadi di otak.
3. Belajar merupakan perubahan karena pengalaman, bukan hasil pemantapan fisiologis, kelelahan atau pengaruh obat-obatan.
B. Faktor yang Mempengaruhi Belajar
Menurut Ngilmi Purwanto faktor yang mempengaruhi seseorang tidak bisa belajar dibedakan menjadi dua macam yaitu:
1. Faktor yang ada diri individu itu sendiri (internal) yang meliputi faktor kematangan atau pertumbuhan, kecerdasan, latihan, motivasi dan faktor pribadi.
2. Faktor yang ada diluar individu (eksternal) antara lain meliputi faktor keluarga rumah tangga, guru dan cara mengajarnya, alat-alat yang dipergunakan dalam belajar mengajar, lingkungan dan kesepakatan yang tersedia.
Menurut Slameto faktor yang mempengaruhi belajar digolongkan menjadi dua, yaitu:
1. Faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar (intern). Faktor intern menjadi:
a. Faktor jasmaniah
a) Faktor kesehatan, sehat berarti dalam keadaan baik seluruh badan dan bagian-bagiannya atau terbebas dari penyakit. Agar seseorang dapat belajar dengan baik maka harus memiliki kesehatan tubuh tetap terjamin dengan cara mengtur istirahat dengan cukup.
b) Cacat tubuh, yaitu kurang baik dan kurang sempurna mengenai badan. Cacat itu dapat berupa buta, tuli, dan lainnya. Jika hal ini terjadi pada siswa maka siswa tersebut harus mendapatkan lembaga pendidikan yang khusus untuk mendapatkan pengajaran yang baik sesuai kondisi tubuh tersebut.
b. Faktor psikologis
a) Inteligensi, hal ini besar pengaruhnya untuk kemajuan seorang siswa dalam belajar. Dalam waktu yang sama siswa yang mempunyai intelegensi yang tinggi akan lebih mudah berhasil daripada siswa yang memiliki intelegensi yang rendah, tapi juga beum tentu siswa yangmemiliki intelegensi yang tinggi berhasil dalam belajarnya.
b) Perhatian, merupakan keaktifan jiwa yang di pertinggi, jiwa itupun tertuju hanya pada suatu objek atau kumpulan objek. Untuk dapat menjamin hasil belajar yang baik, maka siswa harus memiliki perhatian terhadap bahan yang akan diajarkan.
c) Minat, adalah kecederungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Minat berpebgaruh besar bagi seorang pelajar, karena jika bahan ajar yang diberikan tidak sesuai dengan yang siswa minati maka pelajaran berjalan tidak akan baik-baik saja.
d) Bakat, merupakan kemampuan bawaan sebagai potensi yang perlu dikembangkan agar dapat terwujud. Bakat memerlukan letihan dan pendidikan agar segala sesuatu dilakukan pada masa yang dating. Belajar pada bidang yang diminati maka tpeluang keberhasilan akan lebih mudah didapatkan.
e) Motivasi,merupakandorongan yang ada pada diri anak untuk melakukan sesuatu tindakan. Mo tovasi erat sekali hubungannya dengan tujuan yang akan dicapai.
f) Kematangan, adalah suatu tingkat dalam diri seseorang yang tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru. Kematangan belum tentu anak dapat melakukan hal tersebut dengan benar maka perlunya latihan dan belajar.
g) Kesiapan, adalah kesediaan member respon atau memberikan interaksi. Kesiapan perlu di perhatikan dalam hal belajar, karena jika ada siswa be;ajar dan pada dirinya sudah ada kesiapan, maka hasil belajarnya cenderung akan lebih baik.
c. Faktor kelelahan.
Kelelahan pada diri seseorang kelelahan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani. Kelelahan jasmani , seperti badan terasa lunglai ketika akan melalukan suatu hal dan keinginan untuk membaringkan tubuh lebih besar. Sedangkan kelelahan rohani adalah, adannya kelesuhan dan kebosanan,sehingga minat dan dorongan untuk menghasilkan sesuatu hilang.
2. Faktor yang ada diluar individu. Faktor ekstern terbagi menjadi:
a) Faktor keluarga
Misalnya dari orangtua, adalah cara bagaimana cari orang tua mendidiki anak. Salah satu teori yang sesuai dengan kepemimpinan pancasila itu akan jauh lebih baik dibandingkan dengan kepemimpinan diatas, maka orang tua dalam mencampuri belajar anak, tidak akan masuk terlalu dalam.
b) Faktor sekolah (metode mengajar, disiplin sekolah , kurikulum)
Faktor dari sekolah da[at berasal dari pelajaran yang di tempuh bahkan dari seorang gurunya dan metode yang diterapkan. Faktor guru banyak menyebabkan kegagalan belajar seorang siswa, yaitu yang menyangkut kepribadian gur, maupun kemampuan mengajarnya.
c) Faktor masyarakat
Faktor masyarakat sangatlah kuat untuk seorang siswa, pengaruh masyrarakat sulit untuk di kendalikan, baik itu dalam hal mendukung atau tidak memdukung dalam perkembangan anak.
Menurut Muhubbin Syah mengelompokkan faktor faktor yang mempengaruhi proses belajar dalam tiga bagian:
1. Faktor internal (faktor dari dalam siswa) yaitu kondisi jasmani dan rohani seorang siswa;
2. Faktor eksternal (faktor dari luar siswa) yaitu kondisi lingkungan disekitar seorang siswa;
3. Faktor pendekatan belajar, yaitu jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan memahami materi mata pelajaran.
Dan kesimpulan nya adalah faktor dari seseorang sulit untuk belajar terjadi sebab beberapa hal yaitu
1.Psikis
Seorang siswa akan sulit untuk menerima pembelajaran sebab psikis nya terganggu oleh sebab itu siswa tersebut akan sering melamun dan tidak fokus untuk menerima pembelajaran. Dan seorang guru harus mampu memahami jika ada siswa yang psikis nya terganggu agar tidak berlarut dan mampu menerima pembelajaran.
2.Masalah Keluarga
Masalah keluarga berperan penting sebab keluarga adalah semangat seorang anak untuk melanjutkan hidupnya dan mampu menjalani kehidupan, Namun jika keluarganya bermasalah maka akan berdampak buruk bagi siswa tersebut.
3.Teman
Memiliki teman yang baik dan mampu mengajarkan pembelajaran akan memudahkan siswa tersebut menerima pembelajaran namun jika salah memilih teman maka akan menjerumuskan dan tidak mau untuk belajar dan memilih untuk bermain saja
4.Kesehatan kondisi badan
Badan sehat yang sangat diperlukan untuk seorang siswa menerima pembelajaran ,maka dari itu diperlukan bagi siswa untuk beristirahat jika sudah cukup jam belajarnya agar besok ketika bersekolah siap menerima pembelajaran dengan baik.
5.Guru yang mengajar dan penyampaian materi
Seorang guru harus bisa menyampaikan materi yang diajarkan pada siswa dengan menarik dan tidak bertele tele serta bahasa yang digunakan mudah dipahami oleh siswa dan tidak membuat siswa menjadi malas dan tidak bersemangat dalam belajar
C. Faktor yang Mempengaruhi Motifasi Belajar
Faktor- faktor yang mempengaruhi motifasi belajar antara lain.
1. Aspirasi atau cita-cita
Cita-cita atau aspirasi yang dimaksud disini adalah tujuan yang dicapai dalam suatu kegiatan yang mengandung makna bagi seseorang. Aspirasi ini dapat bersifat positif dapat punla brsifat negative. Siswa yang mempunyai asrirasi positif adalah siswa yang menunjukan keberhasilan. Sebaliknya pula bagi siswa yang mempunyai aspirasi negative, maka siswa tersebut menunjukan kegagalan.
2. Kemampuan belajar
Kemampuan ini terdapat beberapa aspek psikis dalam diri seorang siswa, misalnya pengingatan , pengamatan, daya pikir, dan fantasi.
3. Kondisi siswa
Siswa adalah salah satu makhluk yang hidup dalam lingkungan yang terdapat psikofisik. Jadi kondisi siswa yang mempengaruhi motivasi belajar disini berkaitan dengan kondisi fisik dan psikologisnya.
4. Kondisi lingkungan
Merupakan unsur yang datang dari diri seorang siswa, lingkungan siswa sama seperti lingkungan individu lainnya Guru harus menjadikan suasana kelas belajar menjadi lebih nyaman dan juga menyenangkan, dan menampilkan diri secara menarik dalam upaya pengembangan motivasi belajar diri seorang siswa.
5. Unsur-unsur dinamis dalam belajar
Adalah unsure-unsur yang keberadaanya dalam proses belajar tidak stabil. Khususnya kondisi yang bersifat kondisional, misalnya emosional seorang siswa dan juga situasi dalam keluarganya.
6. Upaya guru dalam membelajarkan seorang siswa
Upaya yang dimaksud adalah bagaimana guru mempersiapkan diri dalam membelajarkan siswa mulai dari penguasaan materi, cara menyampaikannya, menarik perhatian siswa dan mengevaluasi belajar siswa. Proses pembelajaran yang dibangun oleh guru akan memengaruhi hasil belajar siswa, atau yang sering disebut dengan iklim kelas.
Dalam proses pembelajaran, lingkungan atau pengalaman pertama yang dipersepsi siswa adalah iklim yang dibangun oleh guru, yang meliputi cara pengajaran guru, situasi belajar dan evaluasi belajar yang dilakukan guru. Cara tertentu yang dipilih siswa dalam belajar ditentukan oleh interaksi antara hasil persepsinya terhadap konteks pengajaran dan karakteristik personal siswa itu sendiri. Karakteristik personal siswa antara lain, belief siswa tentang belajar, kemampuan interpersonal dan kecerdasan emosi.
Selanjutnya faktor evaluasi sangat menentukan perilaku belajar siswa, karena pandangan mengenai evaluasi yang diberikan oleh guru akan memengaruhi pendekatan belajar yang dipilih. Faktor evaluasi berkaitan dengan situasi kelas yang terbentuk karena jenis evaluasi yang diberikan. Apakah evaluasi yang dilakukan guru menekankan perbandingan kemampuan kognitif secara sosial, atau sebaliknya apakah evaluasi menekankan pada peningkatan diri, partisipasi, usaha dan pendekatan belajar efektif dari peserta didik.
Jadi kesimpulan nya seorang guru harus bisa memahami apakah cara menyampaikan materi nya diterima dengan baik dan melihat kalkulasi penerimaan materi pembelajaran terhadap siswa agar mengetahui pada materi yang kurang dipahami oleh siswa.
Komentar
Posting Komentar